04/01/10

Penjara di Tubuhku

dia di sana, beberapa hari yang lalu,
tidak pun jauh dariku

beginilah mungkin ceritanya...
dia datang dengan gerak darah menggelegak
mengelepak pada urat pucat berurat

lalu berjalan.
disusurlah jalanjalan pada arteri
hingga merentas batasbatas tak terentas
masuk ke alveolar terbentuk terali
terali melilit belit pada bilikbilik jantungku
berbentuk seumpama penjara

sebagian ke bawah,
menuju pangkal paha
sebagian lagi ke atas
hingga merotak pada otak

jantungpun terpompa. sesak
ruangan-ruangan di tubuhku tetiba kelam
temaram tanpa sesamar pelita

lalu pahaku mati.
pastilah kaki juga mati.
ia tak beranjak mengikuti hari.

bahuku juga mati.
pastilah tanganku ikut mati.
ia tak bergerak menampar mimpi.

dan isi kepala pun mulai berputarputar
mencari tuju takpun melaju
statis.

lalu berlari,
hanya saja kali ini;
ia lari mengutuk hari.

3 komentar:

  1. tentang apa itu mksdnya ya, retno?

    BalasHapus
  2. dia = segala sesuatu yang meresahkan aku. dia disini abstrak. bisa apa saja. tetapi sangat meresahkan aku.

    lalu....

    dia ini berubah menjadi batasan-batasan(seumpama penjara)yang membatasi motivasiku, semangatku,keinginanku untuk bergerak ke depan.

    lama kelamaan si "DIA" masuk melekat erat pada semua indera yang ada pada tubuhku sehingga terkadang aku sendiri percaya kalau si "DIA" ini benar adanya.
    --------------------------------------
    Seperti itulah secara garis besarnya. panjang lagi si Nay...kalau mau di jabarkan lebih, aku takut akan hilang nilai ambigu dalam puisi ini. tetapi aku selalu membebaskan setiap pembaca puisi2 ku untuk mengartikannya menurut persepsi mereka.

    makasih sahabat atas pertanyaannya...

    BalasHapus
  3. Wow thank you for explaining, Eko.. Menarik puisinya!

    BalasHapus