07/06/10

Aku yang Membunuhmu

maafkan aku telah membunuhmu
ini bukan aku punya mau tapi danau telah kering
ketika mulai kau tampar aku dengan kelaminmu
bahkan burung-burung hantu petapa gua tepi danau
berhambur ke darat dimana kau bersangkar

maafkan aku telah membunuhmu
seandai kau tahu pisau tumpul kuguna untukmu
telah kucoba dulu padaku,
mungkin kau terima aku bilang maaf

dan nanti ketika kau jumpa percik darah melekat pada mata pisau
jangan dihapus
jangan disentuh
biarkan saja
sebab itu darah
darah pada ceruk jantungku

dan pernah aku berbisik lantang di jidatmu
tentang indah danau dan sejuk sajak sepoi sejak itu
ketika nyaris mati aku tenggelam
hanyut pada samudera di kedua matamu
terlelap dalam teduh tatap itu
dan berkata di depan ular sebagai saksi
tentang perempuan terindah di dunia
aku berdusta!
sebab kini aku takut kau takut aku takut
menjadi corak desah pada setiap malam bulan purnama
maka aku membunuhmu

maafkan aku telah membunuhmu
dan menguburkanmu di pemakaman sejarah
dengan batu nisan tertulis darah
agar aku bisa hidup kembali
dan lagi tidak membunuh lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar